Langsung ke konten utama

Ingin Beternak Ruminansia Secara Efisien? Yuk Merapat.

 Ruminansia merupakan salah satu sektor yang menjadi andalan petani. Petani sering memanfaatkan sisa Pertaniannya untuk pakan ternak-ternak mereka. Namun ada hal yang harus kita perhatikan, Yaitu Konversi Pakan menjadi Daging. Mekanisme kenyang dan lapar, ada 2 perkaranya, tetapi saling melengkapi : 1. Kenyang secara Mekanis   Bila lambung ternak sudah penuh, maka ternak akan terasa kenyang, stop makannya. Tinggal memamah biak atau mengunyah ulang terhadap pakan yang masih belum tercerna sambil di-salivasi. Sebaliknya, bila isi lambungnya tinggal sedikit, kurang dari 1/3 kapasitasnya, Ruminansia secara alami akan berteriak dan meminta makan. kita harus paham soal itu.  2. Kenyang secara METABOLIK       Bila kadar glukosa dalam darah cukup, maka sapi akan terasa sudah kenyang, stop makan. Sebaliknya, bila kadar glukosa dalam darah sudah rendah, sapi akan lapar, dan pasti akan mengembek pula.   Dua-duanya ada sensor untuk memonitor dan memberi feed...

Dongeng Petani dari Tanah Seberang

  Aku hidup di Negeri yang kata orang-orang Gemah Ripah Loh Jinawi. Aku adalah anak seorang Petani di Lahan yang tidak cukup besar, namun bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Cukuplah untuk bisa makan dan modal beraktifitas.Bercerita mengenai masa lalu, aku tak habis pikir di Negeri ini sekarang. Pada masa lampau, Negeri ini akan besar, seperti keyakinan banyak orang, Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi ini dinamakan Negeri Gojog Ngaso. Didirikan oleh orang-orang hebat di masa lampau. Landasan dasar dan Segala Undang-undangnya pun dibikin sangat bagus dan sempurna, melindungi segenap Bangsaku. Sebuah kesepakatan dari Rakyat dalam kesepakatan bersama mengatur kehidupan rakyat. Keadilan Sosial akan tercapai. Bahkan Eyangku bercerita, jika semua narasi yang dibangun pendiri Bangsa ini dilaksanakan, mungkin menjadikan negeriku Negara Superpower. Eyangku bercerita dengan semangat. Aku masih ingat masa itu. Dan kakekku mengatakan, " Beruntung kamu Le, akan hidup di Masa akan datang". 



Baca Juga : Beternak Ikan Gabus, Sangat Menguntungkan

     Negeriku Gimah Ripah Loh Jinawi, kata orang-orang terdahulu. Makanya banyak orang di masa Eyangku Bertani. Modal tanah subur pemberian Tuhan. Pertanian subur di masa lampau dan modal pekerja keras khas bangsa kami, memastikan segala hasil panen kami berlimpah ruah. Pupuk Alami dari ternak ternak kami terus dihasilkan untuk menjaga kesuburan tanah kami. Aku melewati masa kecil yang bahagia. Memetik segala hasil panen dengan bersuka cita. Berdiri lumbung pangan yang besar nan megah. Jika lumbung-lumbung kami sudah terpenuhi, kelebihan dijual untuk menyenangkan semua anggota keluarga kami. Eyangku masih bersemangat untuk bercerita bahwa Negeri akan aman Gemah Ripah Loh Jinawi.  

     Lalu terjadilah kesepakatan untuk membangun bersama. Negeri Gojog Ngaso ini berembug untuk membangun peradaban bersama-sama. Maka kami mengumpulkan sisa hasil panen kami untuk dikelola bersama oleh Orang-orang yang paling cakap diantara kami. Membangun peradaban dan kemashalatan umat. Kami menyebutnya pemimpin Gojog Ngaso kami. Menjadi seorang pemimpin yang benar-benar ahli di bidang ini. Kami bersepakat untuk memilih berdasarkan Musyawarah secara Mufakat. Menunjuk pemimpin yang benar-benar amanah dan cakap dalam memimpin Negeri kami ini. Kebijakan-kebijakan yang dihasilkan selalu mengatasi problem dan pikiran rakyat kami. Solusi-solusinya menentramkan kami. Kami sebagai rakyat merasa tersanjung dan aman tentram dipimpin Oleh Pemimpin seperti ini. 

     Negeri Seberang mendengar Negeri Kami, ingin meniru kami. Kami awalya tersanjung mendengar negeri seberang ingin seperti kami. Mula-mula mereka mengajak bekerja sama dengan negeri kami. Mengganti sedikit demi sedikit cara bertanam kami. Mengganti sistem pertanian kami dari yang awalnya ramah lingkungan menjadi tidak ramah lagi. Mereka mulai ikut campur pemilihan kebijakan bertanam kami. Awalnya banyak rakyat kami tercengang dengan hasil panen kami. Sangat berlebih bukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hedonisme menanungi sebagian rakyat kami. Hanya 2 kali panen kami merasakan panen yang luar biasa. Hingga tibalah suatu masa, panen kami mengalami kemerosotan dimana-mana setelah tahun seblumnya mengalami peningkatan luar biasa. Di tahun-tahun berikutnya, kami semua mengalami gagal panen. Kondisi ini diakibatkan efek smping pupuk kimia yang dibawa dari negeri seberang. Ekosistem mati, Rantai makanan terputus akibat Pupuk Kimia itu.Semua menjadi tidak sama lagi. Dunia Berubah.

    Setelah bertahun-tahun rakyat kami tak bisa bangkit, mulailah kami tak bisa mengolah tanah kami sendiri. Semua pupuk dari negeri seberang menjadi sebuah benda ketergantungan. Semuanya menjadikan pupuk-pupuk kami tak bisa dipakai lagi. Pupuk kami terbelakang dan tak menghasilkan.Butuh waktu bertahun-tahun mengembalikan tanah kami kembali. Akibatnya kami tak bisa menyimpan di Lumbung padi kami sendiri. Padi-padi kami akan habis juga untuk pembelian pupuk kami. Margin menipis. Petani tak lagi bisa menjadi tuan di negeri sendiri, Wakil-wakil rakyat kami pun sudah tak bisa mendengarkan kami kembali. Harga mulai turun, Bahkan mereka menerapkan aturan untuk beli benih dari negeri seberang yang menurut mereka bisa hidup di negeri kami ini. Benih-benih kami tak boleh lagi diperjualbelikan di tanah kami sendiri. Pemilihan Wakil Rakyat berikutnya, kami tak bisa memilih pemimpin yang ahli lagi. Karena Negeri seberang ikut menentukan pemilihan pemimpin-pemimpin kami. Dengan menyokong dana untuk calon calon pemimpin yang mereka dukung dan disokong dengan kekuatan uang berlimpah. Pemimpin pilihan kami dihajar habis-habisan dengan media massa mereka. Tak berkutik, kami risau, tapi kami pasti akan yakin dipimpin oleh orang-orang kami kembali, Entah kapan.

    Kami yang dulunya memilih pemimpin yang cakap dan amanah tak bisa berkutik lagi. Sistem Pemilihanpun berubah, dari musyawarah mufakat menjadi voting. Ini bukan ciri bangsa kami. Pemimpin-pemimpin yang diajukan adalah orang-oirang terdekat mereka. Kali ini pemimpin dipilih melalui sebuah voting yang tidak mencerminkan kperibadian bangsa kami lagi. Sistem ini mengukur sebuah kebenaran dalam tolok ukur berbeda. Kebenaran bukan diukur sebagai objektifitas dan musyawarah. Kebenaran musyawarah tak penting lagi. Kebenaran artinya adalah kebenaran orang banyak. Semua menjadikan suaranya sama. Meskipun dalam hal ini kesetaraan manusia, kami tak bisa membedakan lagi pemimpin mana yang kami bisa percaya lagi. Pemimpin bukan yang bisa memimpin ke arah kebijakan lagi, namun Pemimpin yang bisa menyakinkan orang banyak untuk bisa memimpin lagi. Pemimpin bukan bagaimana menyelesaikan masalah kami lagi, tapi pemimpin yang bisa menggaet suara terbanyak rakyat kami. Rakyat kami tak bisa makmur seperti dulu lagi. Sehingga tak ada kebebesan memilih, karena keterhimpitan ekonomi, uang bisa beli suara kami lagi.

    Saat pergantian pemimpin kami tak bisa memilih mana yang menurut kami cakap dalam memahami nasib kami lagi. Pemimpin cakap dan potensial apalah artinya di negeri ini. Semua yang kaya mengendalikan kami. Rakyat kami menjadi realistis dan logis untuk menerima beberapa sogokan uang dari calon pemimpin kami. Ini bukan ciri Bangsa kami. Anehnya uang ini harus dikembalikan secara tidak sadar dalam bentuk kebijakan yang merugikan kami. Uang berbicara, Pemodal mendanai setiap pemilihan Pemimpin kami. Oligarki menjadikan ini permainan yang mengasyikkan buat mereka, tapi menyedihkan bagi kami.Sistem ini kami sebut Kartel Politik. Pemimpin-pemimpin kami pun harus punya uang, bukan hanya cakap soal memimpin. Budaya kami bergeser. Kami bisa apa? Kekauasaan tertinggi pada rakyat menjadi isapan jempol belaka. Lalu kami harus berbuat apa?

    Negeri sahabat kami pun berpesan untuk hati-hati dengan negeri seberang. Namun pemimpin kami sudah lupa, bahwa mereka adalah wakil Rakyat. Esensi terbentuknya mereka adalah kesepakatan Rakyat untuk mengatur masalah umum yang terbaik bagi kami. Namun seiring berkembangnya waktu, kami tak bisa mengendalikan Pemimpin kami lagi. Namun Negeriku ini sudah tak karuan bagaimana mengatasinya. Negeri seberang sudah terlalu kuat mencengkeram kami. Negeri Gojog Ngaso ini tak bisa merdeka lagi, kami rindu masa masa kemerdekaan kami lagi.  

    Lalu jika sudah begini, kami mau apa lagi? Kami hanya bisa berdoa kepada pemimpin-pemimpin kami untuk tidak lupa bahwa kami adalah komisaris negara ini, lewat tangan-tangan dan keringat kami, dana kebijakan yang anda buat itu berasal. Kami berharap meringankan kami kembali. Lewat hasil-hasil panen kami, negeri ini menyokong segala pembangunan dan menjadi besar dan kecil tergantung sokongan kami. Lewat tangan-tangan kami pulalah kami membangun negeri ini. Aku tak ingin negeri ini besar, tapi bukan punya kami. Aku tak ingin negeri ini maju, tapi bukan punya kami lagi. Aku tak ingin berdiri gedung-gedung tinggi, tetapi bukan kami yang memliliki. Aku tak ingin pabrik-pabrik berdiri, tapi bukan punya kami. Aku hanya ingin pemimpin-pemimpin kami punya hati nurani kembali. Jika tidak bisa, berbicaralah kepada kami. Karena segala yang Anda perbuat untuk negeri ini, tapi kami yang menanggungnya. Bukan hanya anak cucu kami, tapi anak cucumu juga wahai Pemimpin negeri kami. 

Komentar

  1. sangat menginsfirasi ceritanya

    BalasHapus
  2. DPR dan Pemerintah, kekuasaannya sudah mendekati Indonesia sebenarnya, Sistem Presidensil

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beternak Ayam Jago, Menguntungkan atau Sangat Menguntungkan?

 Ayam Jago merupakan salah satu Ayam yang sangat bagus digunakan untuk kontes. Banyak sekali penghoby yang ingin melihat Ayam Jagonya diadu dalam kontes. Tentu hal ini menjadi pertanyaan besar. Siapa yang bisa memproduksi Ayam jago kontes yang sangat tampan dan gagah di arena kontes itu. Ayam jago jenisnya juga bermacam-macam.  Kali ini tim kami berkesempatan mengunjungi sebuah Peternakan Ayam Jago di Kabupaten Kediri. Ayam jago itu diternak dalam sebuah Kandang pagar keliling dan kandang yang cukup bersih. Angker Farm, nama peternakan itu. Disini adalah tempat produksi Ayam Jago.      Dibutuhkan jenis kandang yang berbeda-beda di masing-masing jenis. Untuk perkembangbiakan, ayam betina sering diliarkan agar bisa mendapatkan pakan alami, namun terkadang juga butuh asupan Vitamin. dan Nutrisi pakan. namun saat perkmebangbiakan ini kita harus tahu soal kapan birahi, kapan butuh vitamin untuk proses reproduksi.  Baca Juga : Beternak Ikan Gabus, Sangat Men...

Sektor Pertanian, Berisi Manusia Merdeka yang Terjajah Harga Naik turun. Solusinya?

 Pertanian merupakan salah satu sektor yang tidak bisa dikesampingkan dalam hajat hidup manusia. Hal ini dikarenakan Pertanian harus memenuhi stok pangan seluruh umat manusia. Di negara yang mayoritas bertani ini, para petani justru tidak bisa merdeka karena serangan barang impor. Harga naik turun, harga harga pangan tidak bisa ditentukan oleh Petani. Harga ditentukan oleh supplay and demand pemilik modal. Adilkah?        Pada kesempatan ini kami ingin menampilkan sebuah gagasan Konsep Pertanian Terpadu, dengan mengedepankan Organik sebagai sebuah nilai tambah sebuah Produk. Kita harus bisa menentukan pasar kita sendiri, sedikit ngeyel dan tak mau ikut sistem pasar biasa. Tak bisa Supplay and Demand Pemilik modal menentukan harga. Kita harus bisa berinovasi menciptakan pasar sendiri. Bagi Petani yang tak punya sawah? Jangan kuatir, Petani yang hanya punya lahan sempit tak perlu sewa sawah. Lho kok bisa? Uang sewa sawah per tahun yang berkisar luasan 100 rhu,d...

Ingin Beternak Ruminansia Secara Efisien? Yuk Merapat.

 Ruminansia merupakan salah satu sektor yang menjadi andalan petani. Petani sering memanfaatkan sisa Pertaniannya untuk pakan ternak-ternak mereka. Namun ada hal yang harus kita perhatikan, Yaitu Konversi Pakan menjadi Daging. Mekanisme kenyang dan lapar, ada 2 perkaranya, tetapi saling melengkapi : 1. Kenyang secara Mekanis   Bila lambung ternak sudah penuh, maka ternak akan terasa kenyang, stop makannya. Tinggal memamah biak atau mengunyah ulang terhadap pakan yang masih belum tercerna sambil di-salivasi. Sebaliknya, bila isi lambungnya tinggal sedikit, kurang dari 1/3 kapasitasnya, Ruminansia secara alami akan berteriak dan meminta makan. kita harus paham soal itu.  2. Kenyang secara METABOLIK       Bila kadar glukosa dalam darah cukup, maka sapi akan terasa sudah kenyang, stop makan. Sebaliknya, bila kadar glukosa dalam darah sudah rendah, sapi akan lapar, dan pasti akan mengembek pula.   Dua-duanya ada sensor untuk memonitor dan memberi feed...