Ruminansia merupakan salah satu sektor yang menjadi andalan petani. Petani sering memanfaatkan sisa Pertaniannya untuk pakan ternak-ternak mereka. Namun ada hal yang harus kita perhatikan, Yaitu Konversi Pakan menjadi Daging. Mekanisme kenyang dan lapar, ada 2 perkaranya, tetapi saling melengkapi :
1. Kenyang secara Mekanis
Bila lambung ternak sudah penuh, maka ternak akan terasa kenyang, stop makannya. Tinggal memamah biak atau mengunyah ulang terhadap pakan yang masih belum tercerna sambil di-salivasi.
Sebaliknya, bila isi lambungnya tinggal sedikit, kurang dari 1/3 kapasitasnya, Ruminansia secara alami akan berteriak dan meminta makan. kita harus paham soal itu.
2. Kenyang secara METABOLIK
Bila kadar glukosa dalam darah cukup, maka sapi akan terasa sudah kenyang, stop makan. Sebaliknya, bila kadar glukosa dalam darah sudah rendah, sapi akan lapar, dan pasti akan mengembek pula.
Dua-duanya ada sensor untuk memonitor dan memberi feedback yang dikontrol oleh otak. Jadi,meskipun pakan sedikit tapi bila pakannya bergizi tinggi pula, kadar glukosa darahnya cukup, ya kenyang. Performance setidaknya setara atau bahkan bisa lebih tinggi.
Apa akibat Boros Pakan?
Boros biaya pakan
Bikin pekerjaan produksi pakan lebih repot;
Harus ngarit lebih banyak;
Harus bikin konsentrat lebih banyak;
Gudang pakan harus lebih luas.
Yang menjadi Pertanyaan adalah
1. Pakan ternak yang bergizi tinggi dan seimbang itu seperti apa?
2. Apa syarat dan ketentuan yang wajib dipenuhi?
3. Bagaimana membuatnya?
4. Bagaimana cara penyajiannya?
Yuk kita ulas satu persatu.
Komentar
Posting Komentar