Pertanian merupakan salah satu sektor yang tidak bisa dikesampingkan dalam hajat hidup manusia. Hal ini dikarenakan Pertanian harus memenuhi stok pangan seluruh umat manusia. Di negara yang
mayoritas bertani ini, para petani justru tidak bisa merdeka karena
serangan barang impor. Harga naik turun, harga harga pangan tidak bisa ditentukan oleh
Petani. Harga ditentukan oleh supplay and demand pemilik modal. Adilkah?
Pada kesempatan ini kami ingin menampilkan sebuah gagasan Konsep Pertanian Terpadu, dengan mengedepankan Organik sebagai sebuah nilai tambah sebuah Produk. Kita harus bisa menentukan pasar kita sendiri, sedikit ngeyel dan tak mau ikut sistem pasar biasa. Tak bisa Supplay and Demand Pemilik modal menentukan harga. Kita harus bisa berinovasi menciptakan pasar sendiri. Bagi Petani yang tak punya sawah? Jangan kuatir, Petani yang hanya punya lahan sempit tak perlu sewa sawah. Lho kok bisa? Uang sewa sawah per tahun yang berkisar luasan 100 rhu,dipatok dengan harga 4 juta sampai 8 juta untuk pertanian lahan produktif. Dengan uang tersebut kamu bisa belanjakan dengan memiliki sawah di lahan sempit. Apa sih keuntungannya, tentu saja efisiensi dan kepemilikan. Bukan hanya sewa.
Sistem luas sawah yang sangat lebar dan masih mengandalkan pengairan irigasi sudah tidak bisa diandalkan lagi. Debit air mengecil dan sering terjadi penggiliran air yang tidak sesuai antar Petani menjadi konflik horizontal. Hal ini tentu membuat pertanian menjadi tidak berkembang lagi. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah struktur dan Infrastruktur terbaru dan kekinian. Sistem ini memiliki konsep efisien dan tepat guna. Kenapa hal ini penting? dikarenakan banyak petani yang tidak mempunyai lahan. yang luas, Lahan Anda sempit? Tak usah kuatir, kami siap membantu mewujudkan lahan sempit Anda menjadi lahan yang produktif.
Urban Farming memiliki keunggulan sendiri. Fokus kita adalah swasembada keluarga, jika sudah tercapai kita bisa olah sendiri lalu stok berlebih akan kita jual. Ada beberapa macam konsep, diantaranya adalah :
1. Digitani Dolite 3.0
Ini adalah Infrastuktur Pertanian murah dengan sistem manual yang mampu menjangkau lahan sempit dijadikan lahan produktif. Ini masih belum melibatkan produk 4.0. Artinya masih sebatas Konstruksi Pertanian Terpadu manual.
2. Digitani Dolite 4.0
Metode ini tentunya lebih komplek dan melibatkan banyak Otomasi dalam pertaniannya. Di dalam sistem ini, kita bisa memonitor dan memantau semua PH yang masuk pembacaan. Kita juga bisa membuat timer untuk sebuah tanaman bisa membaca dan melakukan action secara otomatis.
Ruang Lingkup Daerah Kerja
1. Daerah Kerja Keluarga
2. Daerah Kerja Beberapa keluarga
3. Daerah Kerja Lingkungan
4. Daerah Kerja Daerah.
Ruang lingkup ini bisa menjadikan sebuah Alat itu dipergunakan dalam ruang lingkup yang seperti apa. Apakah untuk keluarga? Apakah untuk Lingkungan? Apakah untuk skala bisnis besar?
Pilih sesuai kebutuhan, Pilih sebuah metode yang ingin kamu Implementasikan, Kami siap memandu sampai kamu punya sawah di tanah sempit kamu.
Simak Videonya, Klik Disini.
Simak Ulasannya di Chanel Youtube Pertanian ini..
IOT Pertanian, Metode Pertanian Masa Depan, Urban Farming dan Kisah Sukses Pemuda di sektor Pertanian



Adakah Kontak yang bisa dihubungi, saya punya lahan 5x6 di belakang rumah. Ditunggu kak.
BalasHapusApa ini ada dinganjuk mas
BalasHapusDitunggu pak Boss karyanya
BalasHapusMantap idenya tentang pertanian
BalasHapusWah infonya mantap ni gan
BalasHapus